Workshop diikuti oleh perwakilan Program Studi Ekonomi Syariah dari berbagai perguruan tinggi Islam di Jawa Timur. Fokus utama kegiatan adalah penyusunan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan industri, serta standar penjaminan mutu pendidikan tinggi.
Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Ulil Hartono, SE., M.Si., Ketua Prodi S2 Magister Manajemen Universitas Negeri Surabaya (UNESA) sekaligus asesor LAMEMBA. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan pentingnya implementasi kurikulum berbasis OBE sesuai dengan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.
Ketua FORSES Jawa Timur, Muhammad Kambali, S.HI., M.E.I, menyampaikan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi diperlukan untuk menghasilkan kurikulum ekonomi syariah yang adaptif dan berorientasi pada capaian pembelajaran. “Kurikulum harus mampu menjawab kebutuhan regulasi, industri, dan masyarakat global,” ujarnya.

Perwakilan dari STAI At-Tahdzib Jombang, Ilyas Nurul Azam, M.Si. dan Asyarurahim, M.E., turut aktif dalam penyusunan dokumen kurikulum, mulai dari naskah akademik, profil lulusan, CPL, CPMK, hingga RPS. Keduanya menilai kegiatan ini sebagai momentum penting untuk memperkuat kualitas pendidikan ekonomi syariah di kampus.
“Penyusunan kurikulum OBE menjadi langkah strategis menghadapi tuntutan akreditasi LAMEMBA dan dinamika global. Kegiatan ini sangat membantu dalam memperjelas arah dan standar kurikulum prodi,” ungkap Ilyas.
Workshop berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan ice breaking yang dipandu oleh Maryam Qadarin dari IAI Nazhatut Thullab Sampang. Pada penutupan kegiatan, peserta menyepakati naskah akademik bersama serta penandatanganan kerja sama tridharma antar anggota FORSES.

Posting Komentar